Fadhlul Islam Bandung:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Kristenisasi di Indonesia, Strategi Memangkas Islam*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 3⃣
*Tersebut juga nama Carel Poensen yang datang ke Jawa pada 1860. Ia merupakan petugas dari Masyarakat Misionaris Belanda. Poensen ditempatkan di Kediri sebagai misionaris. Poensen adalah misionaris yang memiliki gagasan membangun komunitas Kristen dalam satu wilayah. Sebab, menurutnya, tidaklah mungkin akan terbentuk masyarakat Kristen bila masing-masing penganut Kristen bercerai-berai.*
_*Misionaris lainnya, Pastor F. Van Lith S.J. membuka misi Katolik di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, pada 1896. Ia tekun mempelajari bahasa dan kebudayaan Jawa. Pada 1904 ia membuka sekolah pendidikan guru yang kemudian menjadi pusat kegiatan Katolik di Jawa. Kaderisasi melalui sekolah pendidikan guru ini berhasil membentuk basis elite Katolik yang menopang aksi-aksi misionaris pada masyarakat Jawa. (Kawan Dalam Pertikaian, hlm.144—159)*_
*Di Kabupaten Poso, penyebaran Kristen dilakukan oleh Albertus Christian Kruyt dari Belanda. Setelah mempelajari budaya lokal masyarakat pedalaman Poso, ia mulai beranjak menawarkan misinya. Tujuh belas tahun dirinya bergumul dengan masyarakat pedalaman Poso. Akhirnya, pada 25 Desember 1909, ia berani menyelenggarakan pembaptisan untuk kali pertama.*
_*Melihat sejarah awal upaya kristenisasi di Indonesia, tak mengherankan bila kristenisasi di Indonesia pada masa sekarang melibatkan jaringan internasional.*_
*Mengapa?*
_*Karena sejak awal para misionaris bukan orang-orang Hindia Belanda (baca: orang Indonesia) melainkan orang asing, khususnya Belanda. Sisi lain juga terungkap, kristenisasi yang dilakukan oleh para misionaris berjalan di bawah kelembagaan yang resmi. Kelembagaan itu bisa atas nama gereja, persekutuan gereja, atau bersifat swadaya masyarakat Kristen. Melalui kelembagaan yang ada, mereka bersinergi untuk mengkristenkan satu wilayah, memurtadkan kaum muslimin. Nas’alullaha as-salamah.*_
*Karena itu, kaum muslimin hendaknya membangun kesadaran berislam yang benar. Kesadaran yang dilandasi ilmu sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah selaras pemahaman salafus saleh. Niscaya, kesesatan tak menghampirinya, justru keselamatan akan diraihnya dengan izin Allah ‘azza wa jalla.*
_*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat haji wada’,*_
*تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ؛ كِتَابَ اللهِ*
_“Aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang kalian tak akan tersesat selama berpegang padanya, yaitu kitabullah.” (HR. Muslim no.1297)_
*Kolonialisasi (Penjajahan) Berwajah Gereja*
_Menilik data di atas, gerakan misionaris tak bisa dilepaskan dengan misi kolonial. Apabila ditelisik lebih jauh, pemerintah kolonial bahkan harus bisa bekerja sama dengan gerakan misionaris bila kolonialisasi ingin terus berlangsung. Misionaris membawa misi untuk mengurangi kekuatan dan pengaruh Islam. Melalui gerakan misionaris ini, diharapkan umat Islam akan terkurangi secara populasi. Itu berarti mengurangi kekuatan pihak yang menjadi lawan pemerintah Hindia Belanda yang sebagian besar adalah kaum muslimin._
_*Bagi kalangan misionaris, Islam adalah musuh yang menakutkan yang tidak harus diserang secara langsung, tetapi setahap demi setahap dikurangi kekuatannya. Tentu saja, hal itu dilakukan dengan beragam cara, seperti melalui bidang pendidikan, ekonomi, politik, dan sosial budaya. Dengan cara seperti ini, para misionaris menghindari konfrontasi langsung secara fisik dengan kaum muslimin. Mantan zendings consul, Van Randwijck menyebut strategi ini dengan sebutan “Strategi Memangkas Islam”. (Kawan Dalam Pertikaian, hlm.144)*_
_*Allah ‘azza wa jalla berfirman,*_
*يُرِيدُونَ لِيُطۡفُِٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨*
_“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (ash-Shaff: 8)_
وَيَمۡكُرُونَ وَيَمۡكُرُ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱ
لۡمَٰكِرِينَ ٣٠
_“Mereka membuat makar (tipu daya), dan Allah pun membuat tipu daya pula. Dan Allah-lah sebaik-baik pembuat makar.” (al-Anfal: 30)_
*Hubungan misionaris dengan kolonial bisa diungkap dari bantuan finansial (dana) yang diberikan oleh pemerintah kolonial untuk berbagai aktivitas misionaris. Para misionaris mendapat dukungan politik, administratif, dan finansial di sejumlah daerah tempat Islam dikhawatirkan berkembang pesat.*
_*Bantuan pemerintah kolonial itu ditujukan guna membendung laju Islam di daerah-daerah, seperti di wilayah Tapanuli, Sumatra Utara, sehingga wilayah yang banyak dihuni masyarakat bersuku Batak ini tidak memeluk Islam.*_
*Begitu pula Sulawesi Selatan, yang jatuh ke pihak Belanda tahun 1905. Gubernur daerah menyokong secara moral dan finansial kepada para misionaris. Tujuannya, agar suku Toraja, Muria, dan suku lain tidak memeluk Islam. Dukungan dana dari kolonial terus mengalir kepada para misionaris. Sokongan dana diarahkan juga untuk mempertahankan kenasranian penduduk di Pulau Mentawai. (Kawan Dalam Pertikaian, hlm.149—150)*
_Pemberian bantuan pemerintah kolonial Belanda tentu menguntungkan kolonialisasi di Hindia Belanda yang berpenduduk muslimin. Tak mengherankan apabila Gubernur Jenderal di Hindia Belanda (1909—1916), Idenburg, pernah sesumbar bahwa Belanda akan tetap menguasai Hindia Belanda (Indonesia) hingga agama Nasrani menjadi agama bangsa tersebut. Sebuah pernyataan yang menggambarkan kolonialisasi berwajah gereja._
*Bahkan, Van Limburg Stirum, Gubernur Jenderal baru Hindia Belanda (1916—1921) pengganti Idenburg, masih meneruskan kebijakan gubernur jenderal sebelumnya untuk menyuplai dana bagi kegiatan misionaris.*
_*Di antara yang mendapat perhatian pemerintah kolonial adalah bidang pendidikan. Melalui pendidikan, misionaris mengembangkan gerakan dan pemahaman agamanya hingga tertanam dalam masyarakat. Melalui pendidikan, kaum misionaris mencetak kader-kader militan yang berdaya guna bagi penyebaran kristenisasi.*_
*Bersambung...*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_*Sumber, Asy Syariah 25 Okt 2015 Edisi 106, Ditulis oleh Al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin Hafizhohullohu, dari asysyariah.com*_
👇🏾Join telegram
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
📡 *Publikasi:*
📚 *WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
⚠ *MAKLUMAT* ⚠
📢 Diumumkan kepada segenap pengunjung dan pembaca situs Ma'had As-Salafy www.mahad-assalafy.com...
👓 _Bahwa setelah dilihat dan dikaji ulang, ternyata riwayat yang menjadi sumber tulisan dengan judul *"Hati Mati Karena Sepuluh Perkara Ini"* yang ditampilkan pada hari Rabu, 25 Muharram 1438 / 26 Oktober 2016 merupakan riwayat yang pada sanadnya terdapat perawi kadzdzab (pendusta)..._
🔖 *Maka atas dasar ini, kami redaksi Situs Ma'had As-Salafy Jember mengumumkan maklumat sebagai berikut:*
✔1. Tidak boleh menjadikan riwayat tersebut sebagai dasar pijakan ilmu maupun amal, karena belum diketahui kepastian shahihnya riwayat tersebut.
✔2. Kami telah menghapus artikel tersebut dari tampilan situs kami.
✔3. Bagi pembaca yang telah terlanjur men-share artikel tersebut, dihimbau dengan sangat agar juga men-share maklumat ini.
✔4. Kami ucapakan jazakumullahukhairan kepada segenap asatidzah dan rekan-rekan yang telah mengingatkan kami terkait artikel tersebut.
✔5. Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekhilafan yang kami lakukan selama ini.
💐 _Wallahu a'lam bis shawab_
🌠 *Jember, 26 Muharram 1438 / 27 Oktober 2016*
✏ttd
Redaksi
----------------
http://mahad-assalafy.com/2016/10/27/maklumat-penting/
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Kristenisasi di Indonesia, Strategi Memangkas Islam*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 4⃣
*Mewaspadai Gerakan Kristenisasi*
_*Allah ‘azza wa jalla telah mengabarkan perihal tekad kaum Yahudi dan Nasrani untuk mengajak setiap manusia ke dalam agamanya. Selama manusia belum mengikuti ajaran agamanya, mereka akan terus memengaruhi dengan segala cara, baik secara halus maupun dengan kekerasan.*_
_Perjalanan panjang sejarah kaum Muslimin telah memberi gambaran nyata terhadap sepak terjang Yahudi dan Nasrani. Yahudi dengan gerakan zionisnya. Nasrani dengan gerakan salibisnya. Mereka akan senantiasa tidak rela terhadap keimanan yang tumbuh pada diri kaum Muslimin._
*Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah pada Taisir al-Karimi ar-Rahman fi Tafsiri Kalami al-Mannan, tafsir surat al-Baqarah ayat 120, berpendapat bahwa mereka adalah orang-orang yang berdakwah, mengajak, dan menyeru manusia ke dalam agama mereka. Mereka berbuat demikian lantaran mereka merasa berada di atas petunjuk. Mereka merasa di atas kebenaran, padahal senyatanya di ata kesesatan. Mereka tidak berpegang pada petunjuk yang benar, tetapi mengikuti hawa nafsunya.*
*Bagaimana tidak?*
_*Yahudi menjadikan Uzair sebagai anak Allah ‘azza wa jalla. Nasrani menjadikan Isa al-Masih q sebagai anak Allah ‘azza wa jalla. Mereka mempersekutukan Allah ‘azza wa jalla dengan makhluk-Nya.*_
_Sungguh, bentuk kezaliman yang nyata telah mereka perbuat. Sikap dan tindakan mereka didasari oleh hawa nafsu belaka. Mereka adalah kaum yang arogan, congkak, dan sombong lantaran menolak risalah yang telah disampaikan oleh Rasul utusan Allah ‘azza wa jalla kepada mereka._
_*Allah ‘azza wa jalla berfirman,*_
*وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ عُزَيۡرٌ ٱبۡنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَٰرَى ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ ٱللَّهِۖ ذَٰلِكَ قَوۡلُهُم بِأَفۡوَٰهِهِمۡۖ يُضَٰهُِٔونَ قَوۡلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ٣٠*
_“Dan orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair putra Allah,’ dan orang-orang Nasrani berkata, ‘Al-Masih putra Allah.’ Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?” (at-Taubah: 30)_
_*Karena itu, terlarang keras mengikuti hawa nafsu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Allah ‘azza wa jalla berfirman,*_
*وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠*
_“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (al-Baqarah: 120)_
*Asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah menjelaskan ayat di atas, Allah ‘azza wa jalla memberikan kabar kepada Rasul-Nya bahwa sesungguhnya Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali apabila beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikuti agama mereka. Sebab, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang mengajak pada agamanya. Mereka meyakini bahwa mereka berada di atas petunjuk. Katakanlah kepada mereka, “Sesungguhnya petunjuk Allah ‘azza wa jalla itulah petunjuk (yang sebenarnya). Adapun diri kalian berada di atas hawa nafsu.”*
*Bersambung...*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_*Sumber, Asy Syariah 25 Okt 2015 Edisi 106, Ditulis oleh Al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin Hafizhohullohu, dari asysyariah.com*_
👇🏾Join telegram
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
📡 *Publikasi:*
📚 *WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Comments
Post a Comment